|
Aduh, rasanya menyakitkan kalau ingatan menurun, ini se-olah2 tudingan utk mengingatkanku, jatahku didunia makin menipis, sdh hrs siap2 utk pulang. Aku 'gak mau inget2, ah...pokoknya tekadku aku hrs nulis lagi. Sdh 2 thn tangan ini ingin bergerak memainkan ujung2nya diatas tuts2 alat tulis. Ini penghalangnya, aku lupa dimana halamanku, kulupa dr mana hrs masuk kedalamnya. Aku mencoba menanyai orang2 yg setiap hr berkutetan didepan komputer, bahkan se-olah2 sebagian besar hidupnya bergantung pada alat ini, namun saat kutanyakan perihal yg kulupakan ini, gak ada yg bunyi, apakah sekedar cari jalan keluar dari masalah ini, atau memberi petunjuk yg mengarah kepermasalahan yg sedang kuhadapi. Tapi aku tdk menjumpainya, bahkan keponakanku yg menjajakan benda ini kepadakupun, tak dpt memberikan saran yg kubutuhkan. Sampai aku menghubungi tutorku nun jauh disana...yah .
Serasa ada kilat yg datang tiba2, waw..aku langsung menghubunginya, dan seperti biasanya, jawaban serta merta yg melegakan hati, solusi yg paling baik tanpa merusak karyaku yg lain, (hm..karya apa yah..).Tidak sampai disitu, bahkan aku tahu Roh Kudus menerangiku saat itu, dan aku ingat lagi kunci utk masuk ke...halaman blog ku yg sdh lama kedinginan tanpa pernah ditilik olehku, apalagi oleh " tetangga2 " lain. Aku bertekad dlm hati takkan pernah lagi aku mendiamkannya, agar halaman ini masih menyimpan kehangatan kenangan2 indah, kenangan yg membuat ku bersemangat terus menikmati anugrah lain yg diberikan si Maha Pemurah selama aku masih disini.
Sungguh nikmat rasanya, setelah menikmati suasana " bangun "dari keadaan lupal lalu mulai masuk dalam gairah kehidupan akan kenangan2 nan gurih, dan mungkin terpengaruh oleh salah satu tulisan seorang blogger yg akrab dipikiranku, aku jadi teringat akan " buku " lusuh gadisku semasa ia masih lucu2nya. Buku itu msh tersimpan rapi, bukan karena dia sangat rapi, tapi lebih pada ingatanku akan perjuangannya utk mendapat tanda tangan seorang ex menteri keuangan, perdagangan yang saat sudah almarhum. Tanda tangan seorang Radius Prawiro.Masih jelas dlm ingatanku, bagaimana gadis kecil berumur 7 thn membawa buku itu setiap hari dan menunjukkannya kpd setiap org dgn kebanggaan ala anak kecil. 28 thn kemudian, buku itu masih kusimpan sangat rapi, karena si gadis bertugas jauuuuuuuh... banget
|
| emaqName June 19, 2007 10:04 PM PDT mosok seeee...yah, gitu deh kalo proses uzzzurrr | ||
| mpokb June 4, 2007 05:41 PM PDT welkombek, emaaaak..! kirain sudah nggak ngeblog, ternyata kehilangan password to. dulu waktu suka gonta-ganti password, saya juga gitu. akhirnya daripada pusing, password saya untuk beberapa account sama, hehehe.. | ||
| Leave a Comment: |